Friday, September 22, 2017

Dear me, are you proud of how you have become ?

Bismillah ar rahman ar raheem.

It has been a while since I last posted anything here.
Today post will be all about self reminder, from the 24 years old me to probably the 34 years old me in another 10 years.

Understanding Al Qadar

At the age of 24, I am constantly recalculating the route that have been taken, pondering on the decisions that  have been made, somehow regretting on the things that I didn't choose.

As constant as it is to have these thoughts lingering my mind , I need to constantly remind myself that I am doing just well , no regrets, and of course to believe that better things are coming my way. Understanding  al qadar is not only about trusting Allah's plan but the courage to follow the way and take the next steps, letting go all that weighing you down.

Seeking for the Baroqah by letting go !

Few months ago , I asked Allah to show me the way out from the life I lead before. The barokah was just not there - most importantly my iman was descending , badly. 

I was in a kind of denial at first about the fact that I am leaving a big company at such a young age. Sometimes it is hard for us to let things go because we thought it is ours in the first place, yet the real fact my friend, it was never ours. Allah put us in that place as a test. Be it losing your loved ones, losing your job, losing a friend. It is never ours, so why not letting go :)

Letting go is probably the way for us to approach our duas, by having faith that Allah is preparing something better.

 After two timeless months considering to left this job,  I finally took the advice of a very good friend, that I am very young and there's no need to contemplate. I have the choice and so I left , taking the memories and lessons with me, not knowing where to go.

Dua in Raudhah

You see, the power of reciting dua very precise is profoundly amazing. I made dua in Raudhah (garden in Paradise) after I quit and precisely utter that I want to have a career that have these amount of pay, good relationship with boss and colleagues, near to Universiti Malaya, a career that I can use my Japanese skill, and most importantly, barokah !

Little did that I know, I finally made my way to all the duas I have uttered, Alhamdulillah .

When I joined the new company , I like it immediately. The humbleness is everywhere within the people, I can go back sharp at 5.30 pm , Universiti Malaya (the place I held usrah) is just only 6 minutes away from the office and I finally live with my parents - in which I don't need to bother myself to cook healthy food anymore heheh.

My Rizq can't be taken by other , so my heart is contended - Hassan Al Basri

Months later I stumbled upon this talk by Ustaz Hannan that explained the concept of Rizq (sustenance), 

"Rizq is no different like death, written before we were even born. No matter how far you run from it, your Rizq will searches you, no matter how far ! "

From what I could see over the time, all that happened lead me to the Rizq Allah had written, it matures me, grows me, and I finally know how to chill about life, knowing that He will make me suffice in any condition He put me into.



So, dear you....

Even so Allah has a plan for you, the fulfilment of that plan is all up to you, your faith and determination.

Be kind, besarkan jiwa, you are exactly where Allah wants you to be :)

Friday, August 18, 2017

O' Allah...

“(Yang paling berat ujiannya ialah) para nabi, kemudian yang lebih utama dan yang berikutnya. Seseorang akan diuji sesuai dengan agamanya. Apabila agamanya kokoh, semakin beratlah ujiannya, dan jika dalam agamanya ada kelembekan, dia diuji sesuai dengan agamanya. Tiada henti-hentinya ujian itu menimpa seorang hamba sampai melepaskannya berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak ada dosa padanya.” 

(HR. at-Tirmidzi)

Tuesday, August 16, 2016

Kata Cinta

Lahir dengan zaman yang berbeda membuat orang tua dan anak memiliki cara pandangan hidup yang berbeda. Pemahaman terhadap sesuatu hal menjadi berbeda. Suatu hari aku mendengar keluhan temanku tentang orang tuanya yang begitu mencemaskan, mencemaskan keberadaannya, selalu menahannya pergi jauh, dan lain-lain.

Karena kata cinta antara orang tua dan anak memiliki makna yang berbeda sehingga menjadikan wujud cinta pun menjadi berbeda. Mungkin hanya sedikit bentuk cinta yang orang tua tahu. Mungkin, hanya itu cara yang mereka tahu untuk menunjukkan cintanya. Atau mungkin, menurut mereka itulah bentuk cinta terbaik dari segala bentuk cinta yang ada.

Orang tua yang selalu menyuruhmu sudah di rumah sebelum jam 9 malam. Mereka yang selalu menanyakan kemana kamu pergi, dengan siapa, pulang jam berapa. Orang tua yang tidak mengijinkanmu mendaki gunung yang tinggi. Tidak mengijinkanmu pergi dengan laki-laki berdua. Orang tua yang tidak memberikanmu HP tercanggih saat ini. Orang tua yang selalu menyuruhmu begini dan begitu. Orang tua yang selalu marah-marah melihatmu bangun siang.



Cinta tidak selalu bermakna menjadi tindakan yang menyenangkan, tidak pernah selalu menjelma menjadi hal-hal yang membahagiakan. Justru cinta hadir dalam bentuk kepedulian dan kekhawatiran yang sering kita keluhkan.
Setelah itu cinta akan menjadi wujud keikhlasan. Membiarkanmu pergi dengan hidup barumu dengan seseorang. Membiarkanmu pergi tanpa sedikitpun mereka menahanmu untuk tetap bersama mereka.

Setelah itu cinta akan menjadi wujud-wujud yang berulang saat kita menjadi orang tua. Karena kita telah belajar bentuk cinta yang mungkin dulu kita benci. Hari itu, ketika kita menjadi orang tua. Kita akan tahu bahwa cinta benar-benar tidak sempat menjadi kata-kata karena semua telah menjadi tindakan.

-Kurniawan Gunadi

Friday, August 12, 2016

Retreat



وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna



 
 
Copyright © Amira Ilyani.
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com