Tuesday, August 16, 2016

Kata Cinta

Lahir dengan zaman yang berbeda membuat orang tua dan anak memiliki cara pandangan hidup yang berbeda. Pemahaman terhadap sesuatu hal menjadi berbeda. Suatu hari aku mendengar keluhan temanku tentang orang tuanya yang begitu mencemaskan, mencemaskan keberadaannya, selalu menahannya pergi jauh, dan lain-lain.

Karena kata cinta antara orang tua dan anak memiliki makna yang berbeda sehingga menjadikan wujud cinta pun menjadi berbeda. Mungkin hanya sedikit bentuk cinta yang orang tua tahu. Mungkin, hanya itu cara yang mereka tahu untuk menunjukkan cintanya. Atau mungkin, menurut mereka itulah bentuk cinta terbaik dari segala bentuk cinta yang ada.

Orang tua yang selalu menyuruhmu sudah di rumah sebelum jam 9 malam. Mereka yang selalu menanyakan kemana kamu pergi, dengan siapa, pulang jam berapa. Orang tua yang tidak mengijinkanmu mendaki gunung yang tinggi. Tidak mengijinkanmu pergi dengan laki-laki berdua. Orang tua yang tidak memberikanmu HP tercanggih saat ini. Orang tua yang selalu menyuruhmu begini dan begitu. Orang tua yang selalu marah-marah melihatmu bangun siang.



Cinta tidak selalu bermakna menjadi tindakan yang menyenangkan, tidak pernah selalu menjelma menjadi hal-hal yang membahagiakan. Justru cinta hadir dalam bentuk kepedulian dan kekhawatiran yang sering kita keluhkan.
Setelah itu cinta akan menjadi wujud keikhlasan. Membiarkanmu pergi dengan hidup barumu dengan seseorang. Membiarkanmu pergi tanpa sedikitpun mereka menahanmu untuk tetap bersama mereka.

Setelah itu cinta akan menjadi wujud-wujud yang berulang saat kita menjadi orang tua. Karena kita telah belajar bentuk cinta yang mungkin dulu kita benci. Hari itu, ketika kita menjadi orang tua. Kita akan tahu bahwa cinta benar-benar tidak sempat menjadi kata-kata karena semua telah menjadi tindakan.

-Kurniawan Gunadi

0 comments:

 
 
Copyright © Amira Ilyani.
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com